Showing posts with label info madu hutan. Show all posts
Showing posts with label info madu hutan. Show all posts

Monday, January 28, 2008

madu hutan DORSATA di India !!!


November 2007 akhir JMHI mendapat undangan untuk menghadiri acara MADHU DUNIYA di Araku Valley, Vishakapatnam, India. Acara ini sendiri merupakan salah satu kegiatan yang diorganisir oleh NTFP South and Southeast Asia berlangsung dari tgl 26 - 29 November 2007. Dihadiri oleh kalangan NGO, komunitas masyarakat sekitar hutan, peneliti dan juga swasta dari beberapa negara seperti Kamboja, Vietnam, Bangladesh, India, Indonesia, dan Philipina.

Di dalam Madhu Duniya, petani madu dan juga lembaga pendampingnya diajak untuk saling bertukar pengalaman, informasi dan juga tehnologi yang mereka gunakan dalam memanen dan mengelola madu.

Diskusi juga mengambil tema seputar madu hutan yang dikoleksi oleh komunitas-komunitas lokal, metode panen lestari dan juga peralatan pendukungnya. Selain itu juga topik mengenai kualitas madu dan juga pemasaran madu menjadi tema menarik dalam diskusi tersebut.

produk-produk madu unggulan masing masing daerah juga mendapat tempat selama kegiatan . JMHI dengan produk madu hutan DORSATA nya baik dari Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa dan Sumatera mendapat banyak pujian untuk rasa dan kualitasnya.

Tuesday, July 24, 2007

jenis sarang lebah hutan

lebah hutan mempunyai beberapa jenis sarang yang berbeda beda satu dengan daerah lainnya. Biasanya mereka akan tinggal di dahan-dahan pohon atau bergelantungan di batu batu karang.

dari beberapa daerah di rekan-rekan komunitas petani madu anggota JMHI, terdapat 3 jenis sarang yang biasanya digunakan oleh lebah hutan.

Lalau merupakan sarang lebah hutan yang berada di dahan pohon dengan ketinggian berkisar dari 20 – 50 m. Terkadang pada satu pohon terdapat hampir 50 koloni lebah hutan. Kepemilikan sarang berdasarkan kepemilikan pohon. Kalau pohon lalau dirawat dan terjaga biasanya koloni lebah hutan akan kembali membuat sarang di musim berikutnya. Pohon Lalau juga dilindungi oleh hukum adat.

Tikung merupakan pengembangan yang didapat setelah beberapa masyarakat petani madu hutan mengadakan studi banding ke Vietnam. Sarang berada di dahan buatan yang dipersiapkan untuk menjadi sarang lebah hutan. Kepemilikan tikung berdasarkan pada pemilik pohon tikung. Mereka tergabung dalam kelompok Periau.

Repak adalah Sarang berada di dahan pohon, biasanya hanya terdiri dari 1 koloni saja. Kepemilikan berdasarkan pada penemu pertama pohon repak. Koloni lebah tidak selalu kembali pada musim berikutnya.

Friday, June 22, 2007

Lebah Hutan Apis dorsata, Apa dan Siapa

Lebah hutan Apis dorsata merupakan lebah madu Asia yang paling produktif menghasilkan madu, membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan, karena itu sampai sekarang para ilmuwan belum berhasil membudidayakan Apis dorsata dalam bentuk tertutup. Sisiran sarang dapat mencapai 2 x 1 meter dengan hasil bisa mencapai 20 kg/sarang.

Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Phillipina, India, Nepal, dan tidak terdapat di luar Asia. Di Indonesia masih dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Irian dan di NTB maupun NTT. Di pulau Jawa lebah ini sudah jarang ditemukan. Ada beberapa sebutan bagi lebah ini di Indonesia, yaitu manye/muanyi (KalBar - danau Sentarum), tawon gong (Jawa), tawon odeng (Sunda), labah gadang, labah gantuang, labah kabau, labah jawi (Sumatera Barat) harinuan (Tapanuli), sedang dalam bahasa Inggris disebut giant honey bee.

Apis dorsata sendiri sampai saat ini dibedakan atas tiga sub-species yakni A. dorsata dorsata, A.d. binghami (hanya terdapat di Sulawesi) dan A. d. breviligula (terdapat di Filipina)

Tuesday, June 19, 2007

Sumber Bunga Madu Hutan Kalimantan Barat

lebah hutan mempunyai area pencarian sumber bunga yang cukup luas, ada sumber yang mengatakan lebih dari 3 km dari sarang mereka.
Hal ini seringkali menyulitkan untuk mendeteksi jenis sumber nektar madu hutan.

Penelitian dari beberapa rekan di JMHI,terutama untuk wilayah kalimatan barat yang dilakukan oleh Yayasan Riak Bumi didapat beberapa sumber bunga pokok untuk madu hutan yang dihasilkan oleh lebah hutan.

masung (Syzygium claviflora),
tahun (Carallia bracteata),
tengelam (Syzygium sp),
putat (Barringtonia acutangula),
kawi (Shorea balangeran),
pecaras or bakras (Homalium caryophyllaceum),
samak (Syzygium sp)
ubah (Syzygium ducifolium)
lebang (Vitex pinnata).

ke depan diharapkan dari rekan2 JMHI lainnya akan bisa dideteksi sumber bunga dari madu hutan di daerah mereka masing masing.

Wednesday, June 13, 2007

Apa bedanya madu hutan dan ternak ?

banyak orang yang menanyakan apa sih bedanya madu hutan dan madu ternak ?
lebih bagus mana sih madu hutan dan madu ternak ?

pertanyaan simple tapi kadang agak susah juga menerangkannya lho...

yang pasti sih :
1. beda jenis lebahnya..
lebah madu hutan dari jenis Apis dorsata sedangkan madu ternak dari jenis Apis cerana atau apis melifera.
sehingga otomatis juga akan mempunyai perbedaan di jenis sarang, jenis nektar yang akhirnya akan mempengaruhi perbedaan rasa dan warna madu yang mereka hasilkan.

2. beda perlakuannya :
madu hutan didapat dari jenis lebah liar (bahasa inggrisnya untuk madu hutan adalah wild honey) yang sampai saat ini belum bisa ditangkarkan. sedangkan madu ternak bisa. (lha wong namanya madu ternak ya pasti kan bisa diternakan hehehe)

3. beda standar kadar airnya;
karena lebah hutan membuat sarang di tempat terbuka (batang pohon, batu karang dll) sehingga otomatis menjadi lebih terpengaruh akan perubahan musim dibanding sarang lebah ternak yang berada di dalam kotak. kadar air standar madu hutan yang ditentukan oleh JMHI sekitar 24% sedangkan kadar air madu (ternak) SNI 21%

sementara ini dulu.. nanti dilanjut lagi kl ada waktu luang di kantor.. :D