Showing posts with label kualitas. Show all posts
Showing posts with label kualitas. Show all posts

Friday, July 20, 2007

berapa sih umur madu ??

pertanyaan yang sering sekali ditanyakan konsumen.. dan kami sendiri juga bingung bagaimana menjawabnya..

beberapa produk madu yang beredar di pasaran memberikan expired date 3 - 5 tahun. Dari Dian Niaga Jakarta sendiri memberikan "masa terbaik" bukan masa kadaluarsa 1 tahun dari masa produksi.

pada waktu kami berkunjung ke M-Brio, salah satu laboratorium makanan, dan disana terdapat salah satu jenis analisa, shelf life. Kami sedang menunggu penawaran dari mereka mengenai biaya dan bagaimana proses nya.

dari informasi yang didapat dari website resmi NHB (national honey board) www.honey.com

"Does honey have an expiration date?

Honey stored in sealed containers can remain stable for decades and even centuries! However, honey is susceptible to physical and chemical changes during storage; it tends to darken and lose its aroma and flavor or crystallize. These are temperature-dependent processes, making the shelf life of honey difficult to define. For practical purposes, a shelf life of two years is often stated. Properly processed, packaged and stored honey retains its quality for a long time.

If in doubt, throw it out, and purchase a new jar of honey!"

kalau informasi dari beberapa rekan di Kalimantan memang madu hutan mereka ada yang setelah panen disimpan dalam tempat penampungan dan ditutup rekat. Kalau ada acara adat yang cukup penting baru madu hutan tersebut dibuka dan dijadikan hidangan pembuka. itupun paling tidak madu hutan sudah disimpan lebih dari 5 tahun..

so tunggu hasil kita coba untuk madu hutan kita test shelf life nya, nanti akan kita posting lagi.

madu fermentasi dari belitung

kemarin rekan kita ada yang baru saja berkunjung ke pulau Belitung. Tidak lupa membawakan oleh-oleh madu (hutan?) dari sana. "madu beli di toko tadi waktu mampir" kata Pak Rudi.

madu berwarna coklat, dengan bagian permukaan berbuih, dan pollen nampak timbul diantar buih. kemasan dalam botol marjan ukuran 650 ml. percobaan pertama yang standar dilakukan pada waktu menerima madu, test kadar air dengan menggunakan refraktometer. hmm.. kadar air 29%, sangat tinggi..

yang kedua adalah test bau.. didekatkan ke hidung bau asam terasa sekali, hampir seperti bau alkohol walau lebih ringan.."ada kemungkinan madu sudah fermentasi nih" ujarku.

test yang ketiga adalah test rasa.. rasa asam seperti tape berasa sekali pertanda memang madu yang dibawa sudah mengalami fermentasi..asem dan kecut..

sedih juga melihat kondisi ini.. beberapa penjual madu mengklaim bahwa madu mereka asli, murni. tapi melihat kondisi madu yang baru saja kita test, orang awan yang terlanjur membeli madu seperti tadi untuk oleh oleh atau dipakai sendiri bakalan merasa kecewa. dan secara tidak sadar mereka akan menuduh bahwa semua madu yang berasal dari daerah tersebut mempunyai kualitas yang sama.

so, buat semua rekan rekan yang menjual madu, entah madu hutan maupun madu ternak.. jaga kualitas madu yang kita jual, jangan asal jual dapat uang dan tidak memperdulikan effek negatif yang kita berikan apabila menjual madu yang kurang bagus.

Tuesday, July 10, 2007

sertifikat organik untuk masyarakat APDS

hari ini dapat email dari Pak Irawan, Riak Bumi mengenai sertifikat organik untuk Asosiasi Periau Danau Sentarum. Wah keren juga sertifikatnya.. keknya bakalan makin tambah banyak orang yang bakalan mengenal madu hutan dari JMHI nih. Apalagi didukung dengan sertifikat organik tersebut. Pertama dan satu-satunya untuk madu hutan yang mendapat sertifikat organik, begitu kata salah seorang staff dari BioCert.

sekali lagi selamat buat APDS. ditunngu kabar mengenai ceremonial penyerahan sertifikat nya.

Thursday, July 5, 2007

Test Pengurangan Kadar Air Madu Hutan

Kemarin, setelah hampir satu bulan setelah kita kontak dengan bbrp perusahaan dehumidifier, akhirnya jadi juga demo untuk menurunkan kadar air..
laporan besok lebih lengkap dah.. dah dikejar-kejar waktu ..

Wednesday, June 20, 2007

Sustainable hunting methods

salah satu materi yang dibahas dalam workshop peningkatan kualitas madu hutan di pohon tinggi adalah Metode Pemananen Madu Hutan yang berkelanjutan.
Hal ini penting karena dengan semakin berkurangnya populasi lebah hutan yang diakibatkan oleh perusakan hutan, semakin sedikitnya jumlah bunga sebagai sumber pakan mereka dan praktek panen madu hutan yang kurang benar (panen mengambil seluruh bagian sarang sehingga mengakibatnya matinya anakan lebah) dll.

beberapa hal yang dapat membantu dalam pelaksanaan panen madu hutan yang berkelanjutan seperti yang diutarakan oleh Dr Phunn Chinn adalah :
1. Panen hanya sarang yang sudah matang (dapat diketahui dari sarang yang tertutup dan bentuk serta ketebalan sarang)
2. Pengamatan dilakukan sekitar jam 11.00 – 14.00, dimana banyak lebah muda meninggalkan sarang
3. Jangan membakar sarang,banyak lebah akan mati, hanya gunakan asap untuk mengusir lebah.
4. Potong hanya bagian madu. Hindari untuk memotong seluruh sarang, suatu hari lebah2 akan bermigrasi ke tempat lain.
5. Biarkan bagian sarang lebah aman, sehingga lebah akan kembali dan mengumpulkan madu, 20-25 hari lagi siap dipanen (tergantung banyaknya bunga)
5. 2 – 3 kali panen bisa dilakukan di satu sarang yang sama = semakin banyak penghasilan yang didapat dari 1 koloni.

selamat berpanen madu hutan tanpa harus merusak lingkungan dan komunitas lebah hutan.

Thursday, June 14, 2007

Madu Hutan yang berkualitas

Ada beberapa sebab kenapa madu hutan yang dihasilkan kurang berkualitas :
1. Dipanen dari sarang yang belum matang
2. Diperas bersama dengan sarang
3. Tidak dipisahkan dengan kotoran dan lebah yang mati

Oleh sebab itu JMHI mempunyai tujuan untuk melakukan interverensi dalam peningkatan kualitas madu hutan yang dihasilkan oleh rekan2 komunitas petani madu.

Beberapa cara yang sudah dapat dilakukan untuk mendapatkan madu yang berkualitas adalah :
1. Sarang di letakkan di lokasi yang bersih
2. bersihkan dari lebah mati dan kotoran
3. pisahkan dari anakan dan bagian pollen
4. potong sarang menjadi bagian2 kecil melintang, buka bagian tutup lilin sarang
5. letakkan di kain bersih dan ikat, madu akan menetes ke dalam wadah penampungan
6. wadah penampungan madu harus bersih dan kering dan mempunyai tutup kedap udara
7. Madu jangan diperas dengan sarangnya.